Alhamdulillah

Posted: 16 Februari 2016 in campuran

Assalamualaikum,

alhamdulillah… hari saya bisa update lagi … yes..yes… di era baruku

Keutamaan Bulan Ramadhan

Posted: 26 Juli 2011 in Agama, campuran
Tag:

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Bulan ramadhan bulan yang mulia, sebuah momen yang sangat agung dimana Allah -ta’ala- melipat gandakan pahala setiap hamba yang beramal, dan membukakan pintu-pintu kebaikan. bulan yang penuh berkah dan rahmat serta ampunan. Allah berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Artinya : “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS Al-Baqoroh : 185)

Bulan dimana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan dibelenggunya setan-setan. Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

إذا جاء رمضان فُتِّحت أبواب الجنة وغُلِّقت أبواب النار وصُفِّدت الشياطين

Artinya : “Jika datang bulan ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (Muttafaq ‘Alaihi)

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN Baca entri selengkapnya »


♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

•Di saat kamu ingin melepaskan seseorang, ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya

•Di saat kamu mulai tidak mencintainya, ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya

•Di saat kamu mulai bosan dengannya, ingatlah selalu saat terindah bersamanya

•Di saat kamu ingin menduakannya, ingatlah bahwa dia selalu setia kepadamu

•Di saat kamu ingin membohonginya, ingatlah dia telah jujur kepadamu

•Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu

•Jangan sampai di saat dia sudah tidak lagi di sisimu, kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu

•Yang indah hanya sementara

•Yang abadi adalah kenangan

•Yang ikhlas hanya dari hati

•Yang tulus hanya dari sanubari

•Tidak mudah mencari yang telah hilang

•Tidak mudah mengejar impian

•Namun yang lebih susah adalah mempertahankan yang ada

•Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga

•Ingatlah kata pepatah: “Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”

•Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif

•Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya akan sirna tak berbekas

•Rumah mewah, harta benda, kedudukan, jabatan, namun ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak dapat dibawa, sehelai benang pun tak bisa dimiliki

•Apalagi yang mau diperebutkan

•Apalagi yang mau disombongkan

•Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani

•Jangan terlalu perhitungan

•Jangan hanya mau menang sendiri

•Jangan suka menyakiti sesama, apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

•Belajarlah tiada hari tanpa kasih

•Selalu berlapang dada dan mengalah

•Hidup senantiasa ceria dan leluasa

•Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan

•Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan

•Tak ada dendam yang tak bisa terhapus

“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”


Tidak mencela, membenci dan menyebarkan aib pemimpin
Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“لاَ تَسُبُّوا أُمَرَاءَكُمْ وَلاَ تَغِشُّوهُمْ وَلاَ تُبْغِضُوْهُمْ وَاتَّقُوا اللهَ وَاصْبِرُوا فَإِنَّ الأَمْرَ قَرِيبٌ ” (رواه البيهقي)

“Janganlah kalian mencela pemimpin kalian, jangan pula berbuat curang dan membenci mereka. Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah, karena sesungguhnya urusan itu dekat.”

Tidak memberontak pemimpin bila mereka tidak menerima nasihat. Kecuali bila tampak padanya kekufuran yang nyata dan umat Islam mempunyai kekuatan serta tidak menimbulkan bencana yang lebih besar.

Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“وَمَنْ لَهُ وَالٍ فَيَرَاهُ يَأْتِي شَيْئًا مِنْ مَعْصِيَةِ الله فَلْيَكْرَهْ مَا يَأْتِي مِنْ مَعْصِيَةِ الله وَلاَ يَنْزَعُ يَدًا مِنْ طَاعَتِهِ” (رواه ابن حبان)

“Barang siapa mempunyai pemimpin, lalu ia melihatnya melakukan maksiat kepada Allah, maka hendaklah ia membenci kemaksiatannya, akan tetapi jangan melepaskan ketaatan.”

Memberi nasihat kepada pemimpin adalah hak setiap Muslim, yang harus dilakukan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا لِمَنْ قَالَ « لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ ». (متفق عليه)

“Agama itu adalah nasihat”, kami (para sahabat) bertanya: “Untuk siapa?” untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin dan umat muslim seluruhnya.”

“ثَلَاثُ خِصَالٍ لَا يَغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ أَبَدًا إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ وُلَاةِ الْأَمْرِ وَلُزُومُ الْجَمَاعَةِ “(رواه أحمد )

“Tiga sifat yang tidak menjadikan iri hati seorang muslim selamanya, ikhlas beramal untuk Allah, menasihat para pemimpin dan setia kepada jama’ah.”

“مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ فَلَا يُبْدِ لَهُ عَلَانِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوَ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ لَهُ” (رواه أحمد)

“Barang siapa ingin menasihati sultan dalam suatu urusan, maka janganlah menampakkannya secara terang-terangan, tetapi hendaklah ia mengambil tangannya lalu berdua dengannya. Jika ia menerima nasihatnya, maka itu sebuah kebaikan. Jika tidak, maka telah melaksanakan kewajibannya.”

Posted: 5 Mei 2011 in campuran

Hati-hati dengan Lidahmu

Posted: 4 Mei 2011 in Agama, campuran

Lidah itu tak bertulang, begitulah kata nenekku. Makanya karena tak bertulang, lidah bisa kita gerakkan kemana kita mau. Mau kita gerakkan ke bawah, mau kita gerakkan ke atas, mau kita gerakkan ke samping, mau melet terserah yang punya lidah. Lidah bisa kita gunakan sesuai kehendak kita.

Makanya kita kadang lupa diri ketika berbicara menggunakan lidah. Mentang-mentang bicara itu gratis, kita sering asal omong, asal jeplak, tidak tahu apa yang mesti dibicarakan dan tidak tahu apa yang mesti kita rahasiakan. Kadangkala informasi yang belum tentu asal-usulnya kita mau saja menyebarluaskannya ke mana-mana. padahal islam melarang menyebar kabar burung, sebelum jelas apakah berita itu benar atau salah. Namun karena kita sedang emosi, maka lidah kita dengan mudahnya mengumbar berita yang belum jelas kebenarannya. Baca entri selengkapnya »


Bahaya Fitnah

Berbicara tentang kejelekan orang lain dan mencelanya disebut menggunjing jika benar, dan disebut fitnah jika tidak
benar. Tentu saja, tidak ada seorang manusia pun yang bebas dari dosa. Orang bijak mengatakan, manusia itu tidak
lepas dari kesalahan dan lupa. Dengan begitu, manusia itu memang tidak sempurna, ia bisa berbuat khilaf.
Manusia pada umumnya hidup di balik tabir, yang oleh Tuhan –dengan kebijakan-Nya– digunakan untuk menutupi
perbuatan-perbuatannya. Kalau saja tabir Ilahi ini diangkat untuk memperlihatkan semua kesalahan dan kekeliruan kita,
niscaya semua orang akan lari dengan yang lain dengan rasa jijik dan masyarakat akan runtuh hingga ke dasardasarnya.
Itulah sebabnya mengapa Allah melarang kita membicarakan kejelekan orang lain. Maksudnya agar kita
terlindung dari pembicaraan orang lain mengenai diri kita.

Dengan wujud dan kelemahan manusia seperti itulah, agama kemudian melarang kita untuk saling menggunjing dan,
apalagi, menfitnah. Banyak ayat suci Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW yang mencela keras segala bentuk
fitnah, yang justru akhir-akhir ini makin merebak di tanah air. Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya mengada-adakan
kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah orang-orang
pendusta.” (Al-Nahl: 105).

Tidak dapat dimungkiri bahwa dampak dari fitnah bukan saja terhadap mereka yang difitnah, tapi juga terhadap
masyarakat luas. Di tanah air kita sendiri seringkali terjadi keributan dan kerusuhan yang disebabkan oleh fitnah dan adu
domba. Begitu besarnya bahaya dan dosa fitnah, hingga oleh Islam dikategorikannya sebagai perbuatan lebih kejam
dari pembunuhan. Bahkan, Nabi Muhammad SAW lebih mempertegasnya lagi dengan sabdanya, ”Tidak akan masuk
surga orang yang menghambur-hamburkan fitnah (suka mengadu domba).” (HR Abu Dawud dan At-Thurmudzi).
Menurut Islam, perilaku manusia dan tindakannya di dalam kehidupan merupakan salah satu dari fenomena akidahnya.
Untuk itu kita diminta untuk berpegang teguh pada akidah yang telah ditetapkan dan digariskan agama. Para ulama
mengatakan, kalau akidah kita baik, maka akan baik dan lurus pula perilaku kita. Dan, apabila akidah kita rusak, akan
rusak pula perilaku kita. Oleh karena itu, maka akidah tauhid dan iman adalah penting dan dibutuhkan oleh manusia
untuk menyempurnakan pribadinya dan mewujudkan kemanusiaannya.

Adalah ajakan kepada akidah ini merupakan hal pertama yang dilakukan Rasulullah agar ia menjadi batu pertama dalam
bangunan umat Islam. Hal ini, karena kekokohan akidah ini di dalam jiwa manusia akan mengangkatnya dari
materialisme yang rendah dan mengarahkannya kepada kebaikan, keluruhan, kesucian, dan kemuliaan.
Apabila akidah ini telah berkuasa, maka ia akan melahirkan keutamaan-keutamaan manusia yang tinggi seperti
keberanian, kedermawanan, kebajikan, ketenteraman, dan pengorbanan. Orang yang berpegang pada akidah tidak
akan mau melakukan perbuatan-perbuatan yang mengarah pada fitnah. Karena dengan akidahnya itu, ia tidak ingin
tergelincir pada jurang kedosaan yang dikutuk agama. Wallahu a’lam.

SO, BILA BERCAKAP JGN MAIN TUDUH2…..


Sahabat, kalau kita putar ulang kaset2 lama, hampir dalam setiap kaset pengajiannya, da’i sejuta ummat, KH Zainuddin MZ selalu meminta maaf kepada hadirin dan pendengar apabila ada salah kata yang kurang berkenan. Ungkapan beliau yang terkenal sebagai berikut :

“Kalau luka kulit karena pedang, banyak obat bisa dibeli, tapi luka hati karena lidah, kemana obat hendak dicari”

Saudaraku, Imam Al-Ghazali menyebutkan beberapa kejahatan yang dapat dilakukan oleh lidah kita. Hanya ada satu cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari kejahatan lidah, yaitu dengan jalan “diam”.
Baca entri selengkapnya »


Rasulullah Muhammad saw diutus Allah sebagai penebar rahmat bagi semesta alam (QS 21: 107). Maka tidaklah mengherankan kalau sejarah mencatat kemuliaan akhlaknya. Seluruh perjalanan hidupnya dicatat para sahabat, lalu dibukukan oleh ulama ahli hadist dan dijadikan dasar hukum bagi kehidupan seluruh umat Islam. Bahkan Allah sendiri memberikan pujian atas keagungan akhlaknya (QS 68: 4): Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Istri beliau A’isyah ketika ditanya tentang akhlak beliau menjawab: Kana khuluquhul-qur’an. (Akhlaknya adalah Al Qur’an). Pikiran, ucapan, dan perbuatannya selalu terkendali sesuai dengan nilai-nila moral yang diajarkan Allah di dalam Al Qur’an.

Bahkan, seperti diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, khusus terhadap perkataan beliau menasehatkan: Baca entri selengkapnya »


Oleh Rusyda

baitijannati – Gosip yang berasal dari bahasa inggris dari kata gossip artinya gunjing, kabar angin, buah mulut. Jadi bentuk kata kerjanya “Ngegosip” yang berarti menggunjing, atau menyebarkan kabar angin. Yakni suatu aktivitas menyebarkan atau menceritakan sesuatu yang ada pada diri seseorang (biasanya sesuatu yang jelek/rahasia) kepada orang lain, ketika seseorang tadi itu tidak ada dalam forum yang sama.

Dan ternyata sejak berabad-abad yang lalu pun Rosulullah telah mengatakan ada aktivitas semacam ngeghosip ini yang namanya ghibah. Rosulullah saw bersabda: Baca entri selengkapnya »