Tsunami matahari yang meledak pada 1 Agustus 2010 dan baru sampai ke bumi 3 Agustus, ternyata tak membahayakan seperti yang diduga para astronom Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA)

Posted: 4 Agustus 2010 in campuran, Teknologi
Tag:,

Tsunami matahari yang meledak pada 1 Agustus 2010 dan baru sampai ke bumi 3 Agustus, ternyata tak membahayakan seperti yang diduga para astronom Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Para pengamat langit, justru disodori keindahan kilasan cahaya di langit utara atau biasa disebut Aurora Borealis.

Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer di atmosfer. Biasanya, kilasan cahaya ini terjadi di Kutub Utara atau Selatan. Orang Yunani menamainya Dewi Fajar Rom. Fenomena alam ini biasanya terjadi karena adanya adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari.

Seperti diberitakan sebelumnya, tsunami cahaya matahari sudah mulai dideteksi sejak Minggu 1 Agustus. Tsunami ini meledakkan berton-ton plasma atau atom yang terionisasi ke angkasa. Para peneliti langit khawatir, gelombang atom ini bila menghantam bumi akan berakibat fatal, terutama pada satelit-satelit yang menganggakasa.

“Ledakan matahari ini kemungkinan akan terjadi pada Rabu 4 Agustus,” kata Leon Golub, dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Ternyata ledakan itu, kata Golub, “Menghasilkan kilasan cahaya yang sangat indah. Mungkin kita akan melihat banyak aurora yang cantik-cantik.” (Baca: Letupan Matahari Kali Ini Tak Sehebat 1993)

Aurora biasanya bisa dilihat di wilayah seperti Kanada dan Alaska. Namun, di beberapa tempat di Amerika Serikat bagian utara juga bisa melihat pada 3 dan 4 Agustus. Selarik cahaya hijau akan menghiasi langit seperti korden yang terjurai ke bumi.

Sebelumnya, ada kekhawatiran dari para astronom bahwa letusan matahari yang sangat besar bisa menghancurkan satelit dan merusak jaringan energi dan komunikasi di seluruh dunia jika itu terjadi hari ini. (Baca: Ilmuwan NASA Peringatkan Tsunami Surya Akan Menghantam Bumi).

Saat berton-ton partikel akibat tsunami surya menghantam bumi terjadilah gesekan magnetik. Partikel-partikel itu pun ditarik ke kutub bumi. Selanjutnya, partikel itu bergesekan dengan atom nitrogen dan oksigen yang ada di lapisan bumi. Hasilnya, bukan petaka. Tapi, cahaya yang berkilauan seperti neon raksasa.

inee_e@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s