Surat Cinta untuk Suami di Negeri Sebrang

Posted: 13 Januari 2011 in campuran, Pribadi
Tag:, ,

menggapai

To.  Suamiku sayang
In Afrika tengah (Faradje)


Abi sayang…..
Tiga belas bulan telah berlalu. Teringat jelas di pikiranku saat hari bahagia itu. Hari, tanggal, bulan, tahun dimana para malaikat ikut serta mendo’akan kita berdua, sembari menyebut nama ALLAH SWT kita mengucapkan kata janji sebagaimana gerbang pintu kebahagian akan kita rajut dengan perjanjia ini. Mahliga akan kita rajut dengan kekuatan cinta. Mahliga yang meski sederhana, namun kokoh dan meneduhkan.

Abi sayang…..
Engkau adalah imam yang arif dan perkasa melindungi setiap serangan, dan ummi adalah makmum yang lembut senantiasa member cinta dan kedamaian serta menjaga singgasana kita berdua.

Abi sayang…
Tiga belas bulan kita lalui dengan penuh kebahagian meski kita lama terpisah oleh urusan kita masing-masing, bukannya ummi tidak memperdulikan abi saying, tapi ummi lakukan ini demi mendapatkan ilmu untuk kebagian kita.

Abi sayang…
Kita tidak boleh bangga pada diri kita karena jalan kita masihlah panjang untuk mengarungi bahtera indah rumah tangga kita, kita masih harus beradaptasi satu sama lain karena perbedaan karakter dan tujuan kita, kita samakan misi kita dalam mengarungi bahtera rumah tangga kita kelak bersama kelurga kecil kita. Kita juga beradaptasi dengan lingkungan baru kita.

Tiga belas bulan hanya masa yang masih singkat, karena kita hidup bersama hanya kurang lebih 3 bulan saja, sepanjang usia kita takkan benar-benar mengenal dua pribadi yang berbeda. 3 bulan hanya titik awal permulaan perjalanan ini. Ingatlah abi sayang perjalanan kita nantinya tidak semulus yang kita rencanakan. Akan banyak kejutan dari-NYA yang bisa membuat kita tersenyum, tertawa, menangis bahkan terluka, namun jangan sampai gentar Abi sayang… tetaplah tegar dan kuat menghadapi semua kehidupan ini karena kita akan selalu bersama berusaha bersabar dan mengambil hikmat dari hubungan jarak jauh kita karena akan menemui sejuta kejutan.

Abi sayang…
Ummi cantik ingin selalu menjadi bidadari untuk Abi. Tidak hanya di dunia fana sekarang ini akan tetapi juga sampai ke surge ALLAH kelak, maka takkan mudah seperti apa yang ummi cantik bayangkan untuk mencapainya. Ummi cantik memerlukan motivasi, dukungan serta bantuannya dari Abi sayang.

Wahai Abiku sayang… ingatlah dengan tegas setiap kesalahanku, namun dengan kelembutan sampean karena ummi cantik ini hanyalah tulang rusuk sampean yang bengkok. Jangan kau paksakan untuk meluruskannya karena tulang tersebut akan patah, tapi jangan kau biarkan karena tulang tersebut akan bengkok untuk selamanya.

Abi sayang…
Bimbinglah ummi cantik mengarungi bahtera indah ini untuk meraih ridho dari abi sayang dan yang utama adalah ridho dari ALLAH SWT.

Abi sayang…
Ummi cantik hanyalah manusia biasa yang jauh dari sempurna. Begitu juga dengan sampean. Ummi cantik hanya wanita yang bisa rapuh. Begitu juga engkau hanya lelaki biasa yang bisa menjadi khilaf. Kita hanya pribadi yang mempunyai ego masing-masing. Kita bisa mengajukan semua logika untuk merancang masa depan surga kita. Namun, kita tidak berdaya dengan kuasa-Nya. Hanya kekuatan doa lah yang bisa membantu kita. Hanya kesederhanaan pemikiran kita tentang sabar dan syukur yang bisa menyelamatkan kita.

Abi sayang…
Jangan pernah takut Abi sayang, jika suatu saat badai datang menerjang kapal kita. Ummi cantik akan selalu mendampingi sampean melawan badai itu. Luruskan arah dan kembangkan layar, ummi cantik akan membantu sampean dengan kompas penunjuk arah yang benar. Tetaplah tabah menghadapinya karena badai itu yang akan mendewasakan kita hingga nantinya kita sampai ke pulau impian itu karena Allah tidak akan menguji kita diluar kesanggupan kita. Yakinlah akan ada terang setelah gelap malam. Kuatkanlah desain kapal kita agar anak-anak kita nantinya tetap aman di dalamnya meski kita menghadapi goncangan. Persiapkanlah untuk mereka pendidikan akhlak yang terbaik sehingga mereka bisa meneguhkan perjuangan kita dan menguatkan dengan doa.

Abi sayang…
tidak banyak kata-kata yang bisa ummi cantik berikan dalam surat cinta ini, abi sayang karena beribu-ribu kata tidak akan cukup menceritakan setiap apa yang akan kita temui dan lalui. Hanya sebait puisi kesayangan sampean yang bisa kuselipkan diakhir surat ini.

”Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.” (Sapardi Djoko Damono)

Demikianlah surat dari ummi cantik. Kutitipkan doa didalam surat ini agar abi sayang selamat dan selalu menjaga diri di negeri orang yang tidak pernah abi sayang datangi serta ucapan penuh cinta kasih sayang hanya untuk abi sayang.

From: wanita tak sempurna yang sedang belajar menjadi perhiasan dunia untukmu, sebagai isteri sholiha.

Inee_e@yahoo.com/13jan2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s