21 Tips Terbaik dari Para Istri Tentara dalam Menghadapi Penugasan Suami

Posted: 22 Maret 2011 in campuran, Motivasi Diri, Pribadi, TNI
Tag:


Bagaimana para istri tentara di U.S mengemban tanggung jawab besar dan pengorbanan yang tak terhindarkan dalam mendampingi penjaga kedaulatan bangsa?

Mereka membagi 21 tips disini, semoga berguna juga bagi kita para istri dan calon istri TNI karena pada intinya semua istri tentara di seluruh dunia sama, harus siap ditinggal bertugas sewaktu-waktu…

1. Tetap Tegar. “Saya kini lebih tegar saat ia pergi dan saya tidak merasa ditinggalkan, walau saya kadang merasa kesepian dan frustrasi. Saya berusaha menyibukkan diri. Mengiriminya e-mail sangat membantu. Saya terbiasa bicara padanya walau ia tak disini.” –gargoyle89

2. Menyibukkan diri. “Pada malam pertama penugasannya, saya menghabiskan kesedihan saya. Saya menangis sepanjang malam dan memeluk benda-benda yang beraroma seperti dia. Setelah minggu pertama berlalu, saya mulai sibuk dengan pekerjaan saya. Kegiatan saya saat suami bertugas: pergi bekerja, pergi sekolah, pergi ke gym dan mengutak atik website saya hingga waktu tidur tiba. Saya juga menetapkan target menyelesaikan sesuatu, menabung, dan dalam menurunkan berat badan.” –kelnelmo

3. Menelepon teman. “Pada awalnya ada sedikit rasa ‘bebas’ karena kami tidak memiliki anak. Senang rasanya menguasai seluruh rumah tanpa ada yang mengubah-ubah saluran tv, atau hal-hal konyol lainnya. Namun pada malam pertama saya merasa kesepian. Saya memiliki beberapa teman setia yang selalu siap mengurangi rasa kesepian saya..” –flyp3navy

4. Mengingat janji anda. “Perasaan yang sering muncul adalah kewalahan. Urusan anak-anak dan rumah, tanpa bantuan maupun pertolongan di depan mata, saya seringkali merasa sulit untuk tidak kewalahan. Tapi saya istri tentara. Saya memahami tugas suami saat menikah dulu, jadi saya merasa tidak ada hak untuk protes.” –hollydawner

5. Membuat ‘pesta kesedihan’. “Saya selalu mengalami kesepian. Saya berdamai dengan perasaan saya dengan mengijinkan diri saya untuk ‘bersedih’. Saya izin masuk kerja pada hari pertama penugasannya. Saya tinggal di rumah, memakai piyama sepanjang hari, makan makanan instant atau membelinya, menonton tv dan tidur selarut mungkin. Keesokan paginya, saya bangun dan kembali ke kegiatan rutin saya.” –armylola

6. Mempersiapkan diri. “Sediakan hal-hal yang akan dikerjakan selama penugasannya sebanyak mungkin. Belajar meminta bantuan (Saya masih kurang bisa melakukannya). Jadwalkan kunjungan ke keluarga dan teman untuk membantu melewatkan waktu dan memberi anda sesuatu untuk dinantikan.” –seamour

7. Hadapi perasaan Anda. “Ambillah satu waktu dalam sehari dan biarkan emosi Anda mengalir sendiri. Hari Anda akan baik, hari anda akan mengerikan. Saat merasa ingin menangis, menangislah. Saat merasa sangat bahagia, rasakanlah. Saat segalanya menjadi sulit, carilah sesuatu yang lucu tentang hal yang menyulitkan anda saat itu. Tertawa adalah obat yang ajaib.” –izzyandalexsmommy

8. Realistis. “Jangan menentukan target yang tak mungkin bias dilakukan. Ingat, tidak ada sesuatupun yang pasti. Enam bulan bias mundur jadi tujuh bulan, dan ia merindukan Anda seperti Anda merindukannya.” –pandabr74

9. Menerima pertolongan. “Saya belajar untuk menerima dan, ya, bahkan sesekali meminta pertolongan dari orang lain. Temukan satu support grup, lalu online (ini pilihan saya) atau support grup untuk keluarga.” –seamour

10. Jangan tenggelam dalam kesedihan. “Saya pergi bersama beberapa teman (yang suami atau kekasihnya juga sedang bertugas) pada Jumat malam dan minum beberapa gelas, kemudian hari Minggunya saya terus bertanya-tanya mengapa saya tak mampu berhenti menangis! Kemudian saya teringat bahwa alcohol bersifat depressant, dan hal ini tidak mendukung saya yang berusaha menjadi ‘wanita yang bahagia’. Jadi saya berusaha berhati-hati akan jumlah alcohol yang saya konsumsi.” –flyp3navy

11. Menjaga kesehatan. “Makan yang benar. Sangat menggoda bila suami pergi, untuk ngemil dan makan makanan yang kurang baik, namun Anda butuh nutrisi terbaik untuk menjaga keseimbangan mental dalam situasi seperti ini.” –hollydawner

12. Saling percaya. “Saya dan suami tidak selalu memiliki kehidupan perkawinan sempurna, dan kami memiliki masalah yang berkaitan dengan kepercayaan di masa lalu. Hal ini melahirkan masalah yang lebih besar bila menyangkut penugasan sehingga menjadi salah satu sumber pertengkaran kami sebelum penugasan. Namun saya berusaha terus memberi kabar pada suami setiap waktu,dan ia juga berusaha menunjukkan kekhawatiran yang beralasan ketimbang cenderung menuduh. Hasilnya,selama penugasan komunikasi kami terjalin baik dan kami dapat melaluinya dengan baik pula.” –hollydawner

13. Temukan diri anda. “Anda harus memiliki hidup sendiri disamping dengan suami. Anda harus memilikinya, apakah itu berkaitan dengan anak-anak, pekerjaan atau hobi. Saya benar-benar mengenal beberapa ibu yang bergantung sepenuhnya atas suami mereka untuk kebahagiaan mereka. Hal itu tak akan berhasil. Anda harus melakukan sesuatu, sesuatu untuk anda pikirkan, dan berusaha tetap menibukkan diri!” –kelnelmo

14. Tetap melakukan kegiatan rutin. “Saya telah belajar untuk tidak bersedih dalam menghadapi penugasan yang diperpanjang. Tak ada apapun yang mampu saya lakukan untuk menghentikannya. Saya berusaha sekuat tenaga menjaga kehidupan di rumah tetap normal demi anak-anak.” –countryvic

15. Tetap kuat. “Saya perempuan yang cukup mandiri, sehingga hal itu membantu saya—saya percaya—melalui penugasannya. Saya tetap mengantar kepergiannya dengan penuh cinta dan senyum serta meyakinkannya bahwa saya mampu mengatasi masalah-masalah di rumah, jadi ia tak perlu menkhawatirkan kami.” –reeseccup

16. Tetap memberi kabar pada suami. “Saya setiap hari menulis surat pada suami (kami tidak memiliki akses pada telepon dan email saat ini), menceritakan secara detil apa yang dilakukan putri kami lakukan hari itu, jadi suami tetap merasa jadi bagian keseharian putri kami. Saya juga mengirim foto-foto putri kami. Ini sangat sulit karena kadang kami merasa hidup kami ‘digantung’ selama saumi bertugas. ” –erinnicolevan

17. Sering berbagi. “Saya terus berhubungan dengan ibu-ibu lain melalui message boards, hal itu mengingatkan saya bahwa saya tidak sendirian.” –gargoyle89

18. Berolahraga. “Waktu berjalan cepat saat saya berpikir, ‘Saya hanya memiliki waktu tiga bulan untuk memiliki tubuh Britney Spears (ha, ha)!'” –kelnelmo

19. Tetap aktif. “Saya menemukan bahwa sangat penting untuk paling tidak memiliki satu aktivitas yang terjadwal selama suami saya bertugas. Hal ini menjadi sesuatu untuk dinantikan tiap minggu, dan membuat saya bisa langsung menikmati perkembangannya dari minggu ke minggu.” –lizzbert2000

20. Berbanggalah. “Saya mengingat bahwa ia pergi bukan karena ia ingin jauh dari saya, namun karena ia adalah seseorang hebat yang berdedikasi untuk mengabdi pada bangsa dan negara.” –flyp3navy

21. Fokus pada hal lain. “Tegakkan dagu anda. Temukan hal-hal lain untuk melupakan kesepian anda. Tapi hindari film sedih, kecuali bila anda ingin menangis tersedu-sedu.” –reeseccup

Dikompilasikan oleh cl-americanarose and cl-bea_n_good

diterjemahkan oleh Ny. Mia Andike

Komentar
  1. puput wulandari mengatakan:

    Semangat rasanya setelah membaca sumua…trimakasih

  2. puput wulandari mengatakan:

    Harus selalu siap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s